Monday, September 18, 2006

Kasihan sekali..................



Kasihan sekali anakku.......
Sekarang terbaring sakit di rumah sakit...
Terkena serangan muntaber kata dokter...
Terbaring lemah di pavilliun parkit no.212 RS SG
Kasihan anakku....
Cepat sembuh yaa nak...
Ayah rasa tugasmu belum selesai
Mencerahkan dunia ini
Mengisi hari-hari dengan keindahan
Pecahkan kesunyian dengan celoteh manismu
Hapus kehampaan dengan ada mu
Senyummu.......
Mampu membuatku lakukan apapun tuk melihatnya kembali
Damaimu.........
Mampu dinginkan bara sepanas apapun
Riangmu........
mampu mengusir kesedihan yang terdalam

Cepat sembuh nak....

Thursday, September 14, 2006

SELINGAN IDUL ADHA

Bismilahirrahmanirrahim

Walhamdulillahi Rabbil 'aalamiin Wassholatu Wassalamu `Ala Rasulillah, Wa'ala Aalihie Washohbihie Waman Walaah amma ba'du...

diceritakan oleh GUS IPIN

Alkisah ada dua Kiai di Jombang (nggak usah disebut nama gakpapa ya). Yang satu ahli fiqih, satunya ahli tasawuf. Suatu hari ada orang desa yg kaya datang sowan ke Pak Kiai ahli fiqih. Orang ini punya anggota keluarga 7 orang plus 1 bayi baru lahir. Untuk menyambut idul adha, dia mau berkorban. Agar bisa bareng-bareng sekeluarga naik si sapi saat di shiratal mustaqim kelak, dia minta persetujuan Pak Kiai agar diizinkan kurban 1 sapi

Kiai : "Wah tidak bisa, tidak sah itu"

Orang Desa Kaya (ODK) : "Tapi yg 1 kan masih bayi Pak Kiai, lagian sapi saya ini besar sekali kok"

Kiai : "Tetep tidak sah, sapi ya hanya untuk 7 orang Pak"

Dengan sedih, si ODK ini pergi ke Kiai lain yang ahli tasawuf. Di luar dugaan...

Kiai : "Oh begitu... sah sah... kurban Sampeyan sah Pak"

ODK : "Lho... apa betul Pak Kiai"

Kiai : "Iya betul.... cuman.... ini begini... berhubung sapi sampeyan ini terlalu besar, jadi anak sampeyan yang bayi itu, kelak tidak bakalan bisa naik. Untuk itu butuh tangga"

ODK : "Baik Pak Kiai.... apa tangganya"

Kiai : "Tangganya itu kambing satu ekor"

ODK : "Oh... begitu... baik, saya beli kalau begitu"

MALAM PERTAMA ku...

Apa kabar sahabatku... ??
Lama nian kita tak jumpa dan tak bertegur sapa
Saya yakin bukan karena kebencian diantara kita
Sayapun yakin bukan karena apa - apa......
Tapi rutinitas kesibukan yang tlah menjebak kita

Satu hal sebagai bahan renungan kita...
Tuk merenungkan indahnya malam pertama
Tapi bukan malam penuh kenikmatan duniawiah semata
Bukan malam pertama masuk ke peraduan Adam dan Hawa

Justru malam pertama perkawinan kita dengan Sang Maut
Sebuah malam yang meninggalkan isak tangis sanak saudara
Hari itu........
Mempelai sangat dimanjakan
Mandipun...harus dimandikan
Seluruh badan kita terbuka....
Tak ada sehelai benangpun menutupinya. .
Tak ada sedikitpun rasa malu...
Seluruh badan digosok dan dibersihkan
Kotoran dari semua lubang dikeluarkan
Bahkan lubang - lubang itupun ditutupi kapas putih...
Itulah sosok kita....
Itulah jasad kita waktu itu

Setelah dimandikan.. .,
Kitapun akan dipakaikan pakaian baru berwarna putih
Kain itu ...
Jarang orang memakainya..
Bermerk sangat terkenal bernama Kafan
Wewangian ditaburkan ke baju kita...
Bagian kepala..,badan. .., dan kaki diikatkan
Tataplah.... tataplah. ..itulah wajah kita
Keranda pelaminan... langsung disiapkan
Pengantin bersanding sendirian...

Mempelai di arak keliling kampung bertandukan tetangga
Menuju istana keabadian sebagai simbol asal usul kita
Diiringi langkah gontai seluruh keluarga
Serta rasa haru para handai taulan
Gamelan syahdu bersyairkan adzan dan kalimah kudus
Akad nikahnya bacaan talkin...
Berwalikan liang lahat..
Saksi - saksinya nisan-nisan. .yang tlah tiba duluan
Siraman air mawar..pengantar akhir kerinduan

dan akhirnya.... .
Tiba masa pengantin..
Menunggu dan ditinggal sendirian...
Tuk mempertanggungjawab kan seluruh langkah kehidupan

Malam pertama bersama KEKASIH..
Ditemani rayap - rayap dan cacing tanah
Di kamar bertilamkan tanah..
Dan ketika 7 langkah tlah pergi....
Kitapun kan ditanyai oleh sang Malaikat...
Kita tak tahu apakah akan memperoleh Nikmat...
Ataukah kita kan memperoleh Siksa.....
Kita tak tahu...dan tak seorangpun yang tahu....
Tapi anehnya kita tak pernah galau ketakutan... .
Padahal nikmat atau siksa yang kan kita terima
Kita sungkan sekali meneteskan air mata...
Seolah barang berharga yang sangat mahal...

Dan Dia Kekasih itu..
Menetapkanmu ke syurga..
Atau melemparkan dirimu ke neraka..
Tentunya kita berharap menjadi ahli syurga...
Tapi....tapi ....sudah pantaskah sikap kita selama ini...
Untuk disebut sebagai ahli syurga ?????????

Sahabat...mohon maaf...jika malam itu aku tak menemanimu
Bukan aku tak setia...
Bukan aku berkhianat.. ..
Tapi itulah komitmen azali tentang hidup dan kehidupan
Tapi percayalah.. .
Aku pasti kan mendo'akanmu. ..
Karena ...aku sungguh menyayangimu. ..
Rasa sayangku padamu lebih dari apa yang kau duga
Aku berdo'a...semoga kau jadi ahli syurga. Amien

Sahabat..... , jika ini adalah bacaan terakhirmu
Jika ini adalah renungan peringatan dari Kekasihmu
Ambillah hikmahnya... ..
Tapi jika ini adalah salahku...maafkan aku....
Terlebih jika aku harus mendahuluimu. ...
Ikhlaskan dan maafkan seluruh khilafku
Yang pasti pernah menyakiti atau mengecewakanmu. ....
Satu pintaku padamu...
Tolong do'akan aku....-

Apakah dia bahagia

Saya ingin tahu, apakah dia bahagia sekarang.
Atau hanya pura pura bahagia. Hanya karena aku yang menanggung semuanya.
Tapi aku takut menyinggung perasaannya.
Biarlah semua berjalan apa adanya.
Bahagia atau tidak. Terserah dia.
Yang pasti aku akan selalu berusaha.
Itu saja

Friday, September 08, 2006

ISTRI KEDUAKU

ITA AGUSTIN aka. MARIA AGUSTIN

Lahir 13 Agustus 1978. Berwajah melo dengan hidung mancung, menikah dan punya dua orang putri. Bercerai dengan suami pertamanya karena sering dihina, dicaci maki dan dipukuli pada waktu masih mengandung anak kedua. Terusir pada saat hamil, pada saat operasi tuk melahirkan anak yang kedua tanpa ada yang merawat di rumah sakit. Putri kedua yang dilahirkannya dengan taruhan nyawa diambil paksa oleh (mantan) mertua tanpa sempat sang ibu menggendong. Jangankan menggendong si buah hati, melihat wajahnya pun tidak diberi kesempatan oleh (mantan) mertuanya. ( seperti yang dia ceritakan kepadaku sampil berurai air mata ) // Benar tidaknya hanya ALLAH yang tahu // .Sampai sekarang yang aku lihat dia sering menangis kalau mengingat anak-anaknya.

Setelah itu dia harus hidup sendiri dan mencari makan dengan upaya sendiri. Pernah bekerja di pabrik dengan gaji yang hanya 30 ribu per minggu ( bayangkan !! ). Dengan arah kehidupan kota besar surabaya yang semakin bebas dan liar tanpa ada kontrol aturan dan tata krama.

Sempat punya kekasih yang sudah berumur dengan istri dan anak2. Istilahnya dia menjadi simpanan. Dengan rayuan gombal sang kekasih jatuhlah dia ke pelukannya ( Doni namanya ). Namun begitu ketahuan si istri, doni malah menyalahkan dia. Dari titik inilah kemudian dia menjadi benci kepada mahluk bernama laki-laki. Pendeknya akhirnya dia menjadi "hunter" ( Nb. Lesbian yang kebagian jadi laki-laki ).

Sampai akhirnya dia merasa jenuh dan pulang ke rumah kakak kandungnya, karena hanya kakaknya itu harapan dia. Saudara yang lain sudah tidak mau tahu. Di tempat joni (kakak kandungnya itu) dia membantu apa saja asal bisa dapat makan. Mencuci pakaian seluruh keluarga joni sampai dengan membantu masak untuk joni berjualan dia lakukan. Sampai akhirnya terjadi pertengkaran antara joni dengan istrinya dan entah kenapa ita ikut diusir oleh kakak kandungnya sendiri.

Ita pergi ke tempat cak kaji diantar temannya, dengan keadaan dia bingung pergi kemana dan terbersit keinginan tuk bunuh diri saja. Di tempat Cak kaji lah aku bertemu dia. Dengan pesan dari Cak Kaji untuk meringankan beban ita, aku mulai ngajak dia ngobrol sambil guyon biar dia lupa semua beban yang di tanggungnya. Sambil sesekali pengertian tentang agama islam yang aku tahu aku masukkan ke dalam pikiran dan pengertiannya.

Satu minggu setelah itu, dengan setitik air mata ( entah sedih atau bahagia ) ita resmi masuk agama islam. Aku pun ikut bahagia untuk dia. AKu ajari dia bagaimana berwudlu dan shalat yang baik. Aku ajari dia bahwa masih ada ALLAH tempat kita mengeluh, berdoa, mengadu dan berharap. Melalui Shalat. Selama itu dia kost dengan biaya hidup yang ditanggung urunan antara aku, Cak Kaji dan teman yang lain.

Dan kita semua insya Allah ikhlas tanpa ada harapan akan balasan apalagi keinginan untuk memiliki ita. Sama sekali tidak ada rasa dan keinginan itu. Sungguh..

Thursday, September 07, 2006

Nur Aina Zahra Santoso


Nur Aina Zahra Santoso.
Anakku.
artinya Cahaya Indah Mata kita bagi yang memandang.
Lihat....cantik kan....
Aku berjanji
Bila ALLAH mengijinkan
Aku akan menjagamu dengan nyawaku
Aku akan menuntunmu ke gerbang gemilang
Aku akan berikan semua yang terbaik untukmu.
Anakku...

30 Juli 2006

Tanggal 30 Juli 2006 mungkin bisa jadi tanggal yang bersejarah.
Tanggal 30 Juli 2006 aku harus membuat keputusan sulit yang harus terjawab saat itu juga
Tanggal 30 Juli 2006 tak pernah terpikirkan olehku sebelumnya
Tanggal 30 Juli 2006 terjadi begitu saja bagai air mengalir
Tanggal 30 Juli 2006 tanpa ada rasa dan perasaan
Tanggal 30 Juli 2006 aku menikah lagi
Tanggal 30 Juli 2006 ya....LAGI !!!! untuk yang kedua kali.
Tanggal 30 Juli 2006 dengan seseorang yang aku sendiri tidak tahu apakah aku mencintainya. Tapi yang pasti......
Tanggal 30 Juli 2006 AKU MENIKAH LAGI

Wednesday, November 02, 2005

IT'S ALL OVER

Friday, July 29, 2005

Hawa dingin AC yang biasanya terasa biasa, pagi ini terasa aneh. Sekujur tubuh serasa menggigil, bulu kuduk meremang dan pikiran jadi kacau sulit untuk bisa fokus. Aku pikirkan lagi, ada apa.
Kangen Dee........... yah....
HAri ini aku kangen ma Dee...
Kangen Sekali.....
Namun hanya itu yang bisa aku rasakan, aku ngga mungkin meneruskan apalagi melampiaskan rasa kangenku pada Dee. Sekarang dia disana yang terpaksa bersusah payah membuka hati untuk seseorang.
Maafkan aku Dee. Semua di luar kemampuanku sebagai manusia biasa.
Maaf Dee

Terungkit lagi

Setelah sekian lama, akhirnya terjadi juga. Kejadian yang lalu kembali terungkit.
Lewat kata-kata yang menghantam entah disengaja atau tidak disengaja. Perih kembali terasa dan tanpa asa tuk merasakannya.
Sekarang aku ngga akan peduli lagi, apa yang aku lakukan adalah apa yang Tuhan takdirkan untuk aku lakukan. Itu saja.

Wednesday, June 15, 2005

Severall months later

Satu kesalahan yang mungkin bisa dibilang tidak terlalu besar.
Mencintai yang lain, hnaya dengan rasa. Ya, hanya mencintai. Belum ada keinginan untuk menyentuh, apalagi yang lainnya.
Waktu aku bicara jujur pada istriku, aku sudah tahu pasti dia akan marah.
Namun aku tidak pernah menduga bahwa dia akan semarah ini. Aku jadi sedih.
Kemarahannya seolah-olah aku telah menikah lagi atau bahkan terasa seperti aku telah menghamilinya, padahal menyentuhpun tidak pernah !!!!
Sekarang setelah tujuh bulan berlalu, masih nampak kemarahan itu. Dia masih sering menyinggung masalah itu. Padahal aku sudah berjanji untuk melupakannya dan demi ALLAH aku sudah melupakannya, namun sulit. karena istriku selalu mengungkit masalah itu lagi, bahkan membicarakannya dengan teman-temannya dengan sepengetahuanku entah sengaja atau tidak.
Sekarang jika masalah itu diungkit, hati ini seperti teriris dalaaam sekali.
Padahal aku belum pernah sekalipun menyentuhnya.
Aku sedih,
Aku bingung,
Gak tahu harus bagaimana....
Biarkan aja................

Wednesday, November 10, 2004

Kau adalah dunia kecil ku

Cukup lama kau meninggalkanku
Terasa lama hingga hampa dunia ku
Kau disana dan aku disini
Tapi ku masih bersedia membayangi mu kasih...

Kau telah lama pergi...
Ku tak dapat melihat dan memandang sejuknya wajah mu
Tapi mengapa selal ada wajahmu di sekitarku...?
Di langit dan di bumi...

Pernah ku mencoba untuk membenci
Agar ku dapat membunuh rindu ini
Mengapa..?
Semakin aku membenci mu...semakin pula aku merindukanmu...

Kasih...
Adakah obat untuk dapat bisa menghilangkan mu dari sela otakku...?
Di otak dan alam sekitar ku hanya ada wajahmu
Yang membuat semakin akan membunuh diriku secara sakral...

Kasih...
Kau akan selalu ku tunggu,walau rindu ini terasa menyiksa perlahan...

Aku Benci

Aku benci saat kau meninggalkan ku.....
Aku benci saat kau berada di samping ku tapi ku tak dapat memilikimu....
Aku benci pada saat aku bersama mu...
Aku benji karena kau selalu jujur pada ku....
Aku benci pada saat kau memandangku....
Aku benci pada diriku sendiri...
Aku benci karena aku tidak bisa jujur pada mu...
Aku membenci waktu karena ia tidak berfihak pada ku....
Aku benci karena aku membohongi diri ku sendiri....
Aku benci pada saat aku merindukan mu...
Aku benci karena aku sangat menginginkan mu....
Aku benci bila kau tidak menelfonku...
Aku benci bila kau tidak membalas sms ku...
Aku benci pada perasaan yang tidak karuan ini...
Tapi yang paaaling aku benci......aku tidak bisa membenci mu....

Wednesday, October 27, 2004

Hati dan mulutku busuk, kurang ajar, sama sekali ngga punya iman, suka main perempuan, main gila.
Itu kata yang kudengar dari mulut mungil dia kala tau bahwa aku kirim sms buat Dee. Kaget juga mendengarnya. Seumur bahteraku baru kali ini keluar kata-kata itu.
Sakit memang rasanya di hati, namun itu resiko yang harus aku terima. Resiko bahwa aku jatuh cinta lagi tanpa tau bagaimana harus mencegah dan menyikapinya.
Entah cinta itu nantinya akan berjalan bahagia atau berakhir menyedihkan, aku tidak peduli.
Yang penting aku merasa apa yang aku rasakan, dan aku sudah menyampaikan pada orang - orang yang berkepentingan.
Itu saja.

Tuesday, October 26, 2004

Hati dan mulutku busuk, kurang ajar, sama sekali ngga punya iman, suka main perempuan, main gila.
Itu kata yang kudengar dari mulut mungil dia kala tau bahwa aku kirim sms buat Dee. Kaget juga mendengarnya. Seumur bahteraku baru kali ini keluar kata-kata itu.
Sakit memang rasanya di hati, namun itu resiko yang harus aku terima. Resiko bahwa aku jatuh cinta lagi tanpa tau bagaimana harus mencegah dan menyikapinya.
Entah cinta itu nantinya akan berjalan bahagia atau berakhir menyedihkan, aku tidak peduli.
Yang penting aku merasa apa yang aku rasakan, dan aku sudah menyampaikan pada orang - orang yang berkepentingan.
Itu saja.

Monday, October 25, 2004

Hari-hari terakhir

Hari-hari terakhir ini istriku berusaha kembali menarik perhatianku, namun yang kurasakan hanyalah hampa dan rutinitas. tidak ada lagi kasih dan sayang, yang ada
hanya rutinity dan sedikit keterpaksaan. Di rumah, I love you hanya sekedar kata-kata tanpa makna, datar tanpa semangat.
Aku tak tau lagi hati ini milik siapa. Dengan rangkaian kejadian-kejadian kemarin,
rasanya berat untuk memulai lagi dengan hati.
Apalah gunanya hidup tanpa hati dan semangat ?
Kalau Tuhan mau menolongku, ambillah diriku !!
Aku akan menerimanya ikhlas tanpa air mata.
Maukah diKau Tuhan ?

sms

sms ke Dee, bilang aku kangen. Ngga da balasan.

sms ke Dee, bilang aku kangen. Ngga da balasan.

Thursday, October 21, 2004

SMS dari Dee

* Marhaban ya ramadhan, dgn hati yg bersih dan suci kita tingkatkan iman dan taqwa kita kpd ALLAH di bulan yg suci ini...maafin smua kslhan yg aq pbuat.
20/10/2004 10:55
Mau tau rasanya dpt sms ini ?
Pertama, kaget ngga nyangka banget gitu loh.
Kedua, senang kali.....itu berarti Dee msh ingat ma yg disini.
Ketiga, Heran juga nie sms pasti forward dari yg laen krn ini bukan bahasanya Dee kecuali kalimat terakhir tuh Dee banget.
Keempat, Bete dikit....krn yang gituan nah semua orang sudah tau. ngga perlu diulang-ulang nanti yang keluar malah sifat 'ujub ( tau kan artinya ? ).
Btw thanks Dee dah ngingetin aku. Dan juga ga ada yang perlu dimaafkan karena memang semua berjalan sebagaimana seperti yang sudah tertulis.

Ga tau napa sore ini kangen Dee lagi.
Kangen senyumnya
Kangen imoetnya
Kangen ngomelnya
Kangen manjanya
Kangen latahnya ( Ehm...sorry Dee, tapi jujur itu jg buatku kangen )
Kangen semua yg ada pada diri Dee...
Sampai kanap akan terus seperti ini ?
Selamanya ? Kuatkah aku ?
Saat ini yg aku hanya ingin melihat Dee kembali tersenyum disini.
Sampai aku mati ? hanya waktu yang berkuasa menjawabnya.

Maaf Dee..........maafkan aku...

Ga tau napa sore ini kangen dan inget Dee terus.
Kangen senyumnya
Kangen ngomelnya
Kangen manjanya
Kangen imoetnya
Kangen latahnya ( ehm...sorry Dee, tp jujur itu buat aku kangen )
Kangen semua yang ada pada Dee....
Sampai kapan akan terus begini ?
Selamanya ? Kuatkah aku.........
Sampai ada Dee lain ? saat ini ngga ada yg aku inginkan selain melihat Dee kembali tersenyum.
Hanya waktu yang berkuasa menjawabnya.

Wednesday, October 20, 2004

Hari ini aku kangen kamu Dee, sangat sangat kangen. Tadi malam pas dia ungkit lagi masalah itu. Dia bilang aku masih ngga bisa melupakanmu, kenyataannya memang aku ngga akan bisa melupakanmu. Aku ngga jawab semua yang dia katakan, aku cuman bilang aku lelah dengan semua ini karena dibicarakan seribu kali pun tetap akan sama. Ngga akan nyambung. Dan sesuai permintaan kamu Dee, aku sama sekali ngga sebut kamu, aku cuma bisa diam. Diam ketika dia mencaci maki aku, diam ketika dia menampar aku, dan juga tetap diam ketika asbak kaca yang biasa kupakai melayang ke wajahku.
Terasa sakit Dee, sakit sekali. Baik di rasa maupun di raga. Dan seperti yang kau minta Dee, aku akan tetap diam.
Aku sayang kamu Dee.
Meskipun terlarang.

Tuesday, October 19, 2004

Dee

- Dee........
+ Kmu jgn hub aq lg hari ini masih konsen ujian kul.

Lupakan

Kepada sahabat2ku yang ……………MASIH BERTAHAN
Hal menyedihkan dalam hidup ialah bila kau bertemu
seseorang lalu jatuh cinta, hanya kemudian pada
akhirnya menyadari bahwa dia bukanlah jodohmu dan kau
telah menyiakan ber-tahun2 untuk seseorang yang tidak
layak. Kalau sekarangpun ia sudah tak layak, 10 tahun
dari sekarangpun ia juga tak akan layak. Biarkan dia
pergi, lupakan……….

Monday, October 18, 2004

Misery ?!!

entah kenapa hari ini ingin menulis dan menulis.kalau tidak kulakukan mungkin aku akan kehilangan seluruh sisa kewarasanku.Aku rindu kamu hari ini...sangat sangat rindu.Walaupun kamu bilang tidak ada satupun yang berubah,tapi,kamu berubah...hidup berubah...aku tidak lagi sama.Duniaku sudah tidak lagi sama.WHY GOD U GAVE ME ALL THAT LAUGHTER AND THEN U PUT ME IN THIS MISERY?????

Ramadhan 1425 H

Ramadhan ini tahun 1425 H, sudah memasuki hari kedua.
Di saat orang-orang berlomba mendekatkan diri pada yang Esa, aku ...............
Aku justru terbuang, sekarang aku berada di titik terjauh dari-Nya.
Ya Tuhan, apakah karena memang takdirmu disana sudah menuliskan ini ? Ataukah hanya karena kebodohan dan kebutaanku akanMu ? Apakah RencanaMu di sana ya Tuhan ?
Apakah aku boleh tau ?
Kalaupun sekarang aku berada di sini, bukan karena aku tidak percaya akan adaMu, tapi lebih karena kebingungan dan ketidak mengertianku ya Tuhan.
Ampuni Aku Tuhan.

ILAHI ROBBI
Aku tidak pantas untuk berada di surgaMu
Namun aku tidak kuat merasakan nerakaMu
Karena itu ya Tuhan, Ampuni dosaku
Karena sesungguhnya Engkau Maha Penganpum dosa yang besar.

Saturday, October 16, 2004

Salahkah aku ?

salahkah kalau aku rela menukarkan apa saja dihidupku untuk tawa yang kamu beri malam ini?

tidak pernah siang jadi sepanjang ini
hanya ingin kamu
hanya merindukanmu
(aku menderita sangat tanpa kabar darimu)

Raihlah Bintang

Seseorang yang berarti bagiku,tiba tiba saja,memutuskan untuk keluar dari hidup yang selama ini dikenalnya.Dia bilang,dia ingin mencari jalan untuk dirinya.Jika memang cintaku tidak dapat menahannya untuk tinggal,maka senyum ini akan melepaskannya pergi.Seperti yang aku janjikan padamu,aku orang pertama yang akan tau jika kamu kembali.Seperti juga aku orang pertama yang tau kamu akan pergi.
Ingat apa yang aku janjikan padamu? bahwa saat kamu membutuhkanku, aku pasti datang untukmu.....
Aku berdoa untuk bahagiamu,dimanapun nantinya kamu berada. Andai saja kamu ijinkan aku untuk selalu tau keberadaanmu.
Tapi aku menghargai keputusanmu, dan berusaha mengerti.
Jadi, gapailah bintang itu. Aku menantimu bersinar menyapaku. Sampai kapanpun, aku selalu disini untukmu.
(aku memikirkanmu semalaman,sampai kesadaran itu menyentuhku....suatu saat nantinya, aku adalah orang yang bangga telah membiarkanmu mengepakkan sayapmu. Karena aku yakin, kamu mampu menjinakkan dunia.)
~senyum ini untuk seorang yang sangat aku cintai di sana, Dee

Friday, October 15, 2004

Karena Cinta

Karena cinta duri menjadi mawar
Karena cinta cuka menjelma anggur segar
Karena cinta pentungan jadi mahkota penawar
Karena cinta kemalangan menjelma keberuntungan
Karena cinta rumah penjara tampak bagaikan kedai mawar
Karena cinta tumpukan debu kelihatan sebagai taman
Karena cinta api yang berkobar-kobar jadi cahaya yang menyenangkan
Karena cinta Setan berubah menjadi Bidadari
Karena cinta batu yang keras menjadi lembut bagai mentega
Karena cinta duka menjadi riang gembira
Karena cinta hantu berubah jadi malaikat
Karena cinta singa tak menakutkan seperti tikus
Karena cinta sakit jadi sehat
Karena cinta amarah berubah menjadi keramah-tamahan

Dari sang Sufi Jalaluddin Rumi

Thursday, October 14, 2004

Bapak itu .....

Ini cerita saat istirahat siang di parkiran kantor.Seorang cacat kaki,dengan surat rekomendasi tidak mampu, datang kekantor. Menjual kerajinan tangan dan minta dihargai seadanya yang penting cukup untuknya mengisi perut. Teman teman kantorku bilang " kasih saja tiga ribu,lalu ambil alas kaki biru itu, kelihatannya cukup sepadan".
Saat itu aku memikirkan, bapak ini, harus berjalan lagi siang hari begini dengan kaki cacatnya, untuk mencari tambahan uang. Kutanya padanya apakah dia punya keluarga. dia bilang dia punya istri dan tiga orang anak. Itu berarti masih banyak mulut yang harus dihidupi olehnya....
Aku menghargainya kemauannya untuk bekerja menjual barang dan bukannya meminta minta belas kasihan. Jadi kuambil alas kaki biru itu dan kuberi dia dua puluh ribu. Ada sesuatu yang menyentuhku dan hampir membuatku tersedak haru. Bapak itu, memintaku mengambil lagi beberapa kerajinan tangannya waktu kubilang aku tidak perlu kembaliannya. Jujur, dan aku semakin menghargainya. Sedikit alot karena sama sama tidak mau kalah^^, akhirnya bapak itu mau juga menerima uangku.
Paling tidak untuk hari ini si bapak bisa mengenyangkan perutnya dan keluarganya. Dan bagiku, kehilangan satu jatah makan siang kurasa baik untuk dietku. Lagipula, aku dapat alas kaki biru yang indah sebagai gantinya. Siang tadi menyenangkan, membuatku terus tertawa sepanjang hari ini.

(cinta memang terwujudkan dengan banyak bentuk dan rupa)

Kalau memang seperti itu Dee, ga bisakah diperbaiki ?
Aku tau kelemahanku dimana, tapi ga bisakah menunggu ?
Sakit memang, tapi dulu aku pernah berjanji sesuatu padamu dan aku akan selalu berusaha menepatinya, karena sukua atau tidak, janji tetap janji.
Berjalanlah Dee, Berjalanlah kemana kau suka. Sendiri atau bersama siapa. Berjalanlah dengan jalanmu yang kau pilih.
Biar aku disini menunggu, menunggu satu yang tak pasti.

Aku akan menjadi sesuai dengan keinginannya, Dee. Menjadi buaya yang paling jahat sehingga buaya pun mungkin merasa terhina.

Friday, October 08, 2004

Dee sulit sekali dihubungi, dan begitu nyambung dia bilang klo dia ingin jalani kehidupan dia sendiri dengan cara yang normal. Normal bagaimana Dee ?
Dia juga bilang ga usah telfon lagi, ga usah sms-an lagi. Duh Dee, aku ga tau kenapa ? Aku juga ga tau salahku padamu apa ? Koq tiba tiba begini. Sakit Dee, Sakit sekali..

Friday, October 01, 2004

Cinta sederhana buat Dee

Cinta yang sederhana, cinta yang apa adanya, cinta yang tidak macam-macam, cinta yang tidak diada-ada. Cinta yang sederhana ibarat air gunung yang turun mengalir ke laut tanpa mengeluh menempuh perjalanan dari gunung ke laut. Bukanlah sebaliknya, cinta yang komplek seperti air yang kita tuangkan dari bawah ke tungku di atas menara air, yang membutuhkan pompa atau alat bantu lainnya. Cinta yang sederhana, bukan hanya sekedar kata-kata cinta yang diucapkan dari bibir yang indah, tapi dari tingkah laku nyata yang indah.

Cinta yang sederhana tidak pernah ada kata menuntut, karena cinta adalah kekuatan dan pengorbanan, tanpa dituntut cinta bisa mengubah dengan sendirinya. Yang lemah bisa menjadi kuat, yang tidak mungkin bisa menjadi mungkin, yang tidak ada bisa menjadi ada dst. Orang yang jatuh cinta pasti ada perubahan diri. Yang biasanya makan sendiri lebih nikmat, menjadi lebih nikmat lagi bila makan berdua. "Apakah cintaku juga sedang memakan makanan enak yang aku makan? Kalau tidak, aku tidak akan memakannya, dan akan kubawakan untuknya"

Ya, cinta itu tidak diam... cinta yang sederhana ibarat awan yang berubah menjadi titik-titik air hujan. Karena cinta kepada Tuhannya, mahluk yang bernama awan bisa menjadi hujan, karena cinta kepada Allah dan Rasul-Nya, kaum mukmin yang berada di Mekkah berpindah ke Madinah, karena cinta Romeo dan Juliet, mereka dari hidup menjadi matinya. Karena cinta ibu bapak, kita dari tiada menjadi ada seperti sekarang ini. Itulah cinta yang sederhana... cinta yang bukan cinta biasa, tapi cinta yang luar biasa...

aku ingin mencintaimu dengan sederhana..
seperti kata yang tak sempat diucapkan
kayu kepada api yang menjadikannya abu

aku ingin mencintaimu dengan sederhana..
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan
awan kepada hujan yang menjadikannya tiada *

Wednesday, September 15, 2004

NO WOMAN NO CRY / THAT'S MAYBE TRUE

" No Woman No Cry "
Bob Marley
( Live! )


No, woman, no cry;
No, woman, no cry;
No, woman, no cry;
No, woman, no cry.

Said - said - said: I remember when we used to sit
In the government yard in Trenchtown,
Oba - obaserving the 'ypocrites
As they would mingle with the good people we meet.
Good friends we have, oh, good friends we've lost
Along the way.
In this great future, you can't forget your past;
So dry your tears, I seh.

No, woman, no cry;
No, woman, no cry.
'Ere, little darlin', don't shed no tears:
No, woman, no cry.

Said - said - said: I remember when-a we used to sit
In the government yard in Trenchtown.
And then Georgie would make the fire lights,
As it was logwood burnin' through the nights.
Then we would cook cornmeal porridge,
Of which I'll share with you;
My feet is my only carriage,
So I've got to push on through.
But while I'm gone, I mean:
Everything's gonna be all right!
Everything's gonna be all right!
Everything's gonna be all right!
Everything's gonna be all right!
I said, everything's gonna be all right-a!
Everything's gonna be all right!
Everything's gonna be all right, now!
Everything's gonna be all right!

So, woman, no cry;
No - no, woman - woman, no cry.
Woman, little sister, don't shed no tears;
No, woman, no cry.
---
[Guitar solo]
---
I remember when we used to sit
In the government yard in Trenchtown.
And then Georgie would make the fire lights,
As it was logwood burnin' through the nights.
Then we would cook cornmeal porridge,
Of which I'll share with you;
My feet is my only carriage,
So I've got to push on through.
But while I'm gone:

No, woman, no cry;
No, woman, no cry.
Woman, little darlin', say don't shed no tears;
No, woman, no cry.

Eh! (Little darlin', don't shed no tears!
No, woman, no cry.
Little sister, don't shed no tears!
No, woman, no cry.)

NO WOMAN NO CRY / THAT'S MAYBE TRUE

" No Woman No Cry "
Bob Marley
( Live! )


No, woman, no cry;
No, woman, no cry;
No, woman, no cry;
No, woman, no cry.

Said - said - said: I remember when we used to sit
In the government yard in Trenchtown,
Oba - obaserving the 'ypocrites
As they would mingle with the good people we meet.
Good friends we have, oh, good friends we've lost
Along the way.
In this great future, you can't forget your past;
So dry your tears, I seh.

No, woman, no cry;
No, woman, no cry.
'Ere, little darlin', don't shed no tears:
No, woman, no cry.

Said - said - said: I remember when-a we used to sit
In the government yard in Trenchtown.
And then Georgie would make the fire lights,
As it was logwood burnin' through the nights.
Then we would cook cornmeal porridge,
Of which I'll share with you;
My feet is my only carriage,
So I've got to push on through.
But while I'm gone, I mean:
Everything's gonna be all right!
Everything's gonna be all right!
Everything's gonna be all right!
Everything's gonna be all right!
I said, everything's gonna be all right-a!
Everything's gonna be all right!
Everything's gonna be all right, now!
Everything's gonna be all right!

So, woman, no cry;
No - no, woman - woman, no cry.
Woman, little sister, don't shed no tears;
No, woman, no cry.
---
[Guitar solo]
---
I remember when we used to sit
In the government yard in Trenchtown.
And then Georgie would make the fire lights,
As it was logwood burnin' through the nights.
Then we would cook cornmeal porridge,
Of which I'll share with you;
My feet is my only carriage,
So I've got to push on through.
But while I'm gone:

No, woman, no cry;
No, woman, no cry.
Woman, little darlin', say don't shed no tears;
No, woman, no cry.

Eh! (Little darlin', don't shed no tears!
No, woman, no cry.
Little sister, don't shed no tears!
No, woman, no cry.)

Dia barusan jawab sms, bilang klo mau ngomong penting.
Aku mungkin bisa menduga apa yang dia omongkan.
Mungkin dia akan ngomong klo ini ga usah diteruskan , ga mungkin bisa diteruskan.
Kenapa ga bisa de2. kenapa?
Ya sudahlah mungkin itu yang terbaik bagimu, tapi bagiku.....?
Sekarang aku cuman bisa pasrah....

Sekarang dia ada di kantor, di sini. Aku mencoba untuk cuek seakan dia ngga pernah ada, namun sulit sekali dan aku ngga bisa.
Dia sama sekali ngga menengok ke sini.
Ah... dasar wanita.
Tapi aku sayang kamu de2.
Sayang sekali.
That's all folks.

Tuesday, September 14, 2004

SELASA PAGI

I'm so confused waht I've got to do. Perhaps it's true that "NO WOMAN NO CRY"
Go to hell all women.

SIANG HARINYA

Istriku masih berbicara dengan de2ku, aku ga tau apa yang mereka bicarakan, aku tanyai ga ada yang jawab jujur.
De2-ku bilang klo aku telah bohong padanya, enak aja, aku suruh dia buktikan.
Aku jadi bingung. Istriku menyalahkan aku dan sakit hati karena aku.
De2-ku juga aku ga ngerti lagi sikapnya.
Aku pun memutuskan untuk pergi menenangkan pikiran, kalau perlu untuk selamanya.

Sore Hari

Istriku sudah reda emosinya walau aku tau itu akan dengan mudah terulut untuk kemudian berkobar lagi.
De2-ku bilang slepas maghrib akan datang ke rumah, entah untuk mngadili aku atau untuk apa.
Jam setengah sembilan de2-ku belum juga datang, ga ngasih kabar ga sms. AKu jadi kuatir.
Jam sembilan dia telfon, lega rasanya, dia bilang mau kerumah saat itu juga. Dijemput dia ngga mau. Padahal jam segitu kan ngga ada angkot.
Akhirnya dia datang juga naik becak, istriku sudah keliatan mau marah lagi.
Akhirnya kita bertiga duduk dalam satu ruangan, basa basi sebentar. Kemudian ngomong apa maunya masing-masing.
Istriku bilang dia mau aku kembali dan melupakan semuanya. Aku jawab kalau kembalai aku juga mau dia berubah dan kalau melupakan de2-ku maaf aku ngga bisa.
De2ku bilang dia minta maaf ma istriku dan ingin antara aku dan dia biasa saja tanpa ada something special atau apa.
Aku diam, aku ngga bisa apa-apa, sakit rasanya. sakit sekali.
Aku ngga bisa seperti itu. Aku sudah terlancur sayang ma de2.
Aku ngga bisa.

Monday, September 13, 2004

ISTRIKU

Saat aku mencoba untuk jujur kepadanya, dia tidak bisa menerima. Dia marah, sakit hati, benci dan aku gak tau apalagi yang dia rasakan.
Namun yang terpenting adalah aku sudah bicara secara jujur apa adanya kepada dia. Daripada nanti ngga jujur trus ketahuan pasti akan jauh kebih sakit. Aku tau pasti itu.
Kini dia sedih, sering menerawang sendiri sambil menangis. Sudah dua hari dia begitu. Aku jadi ngga enak rasanya.
Aku coba sekali lagi untuk ngomong dari hati ke hati dengannya, namun dia belum bisa menerima. Dia bisa menerima dengan syarat aku harus melupakan apa yang telah aku alami dan aku lakukan, tapi aku ngga bisa, dan aku sudah jujur bilang padanya bahwa aku ngga bisa.
Dia minta aku melupakan de2-ku, aku ngga bisa, karena aku mencintainya, dengan jujur dan apa adanya.

Setelah sore hari semuanya mereda, aku coba ngomong dan dia bisa mengerti, dia bisa menerima begitu dia bilang. Dan dia bilang klo itu jujur. Paginya aku baru tau klo yg dia bilang jujur itu bullshit.
Dia mulai mempermasalahkan hubunganku dengan de2-ku lagi. Dia minta aku melupakannya lagi. Aku jawab maaf aku ngga bisa, karena aku sayang pada de2, sayang banget.
Dia menangis lagi seharian. Aku bingung, aku ingin menjaga dia dan aku juga masih sayang padanya. Bagaimanapun dia istriku. Namun dia ngga mau ngerti, pake acara mau bunuh diri lagi. Aku bilang padanya klo mau bunuh diri ya ga apa2, tapi dia harus tau bahwa semua surga
yang dia dapatkan dari aku suaminya akan hilang begitu saja. Thanks GOD dia mau ngerti.

Malam hari dia ngga bisa nangis, mungkin air matanya sudah kering. Dia terus menerawang, melamun sampai akhirnya ketiduran.
Saat dia tidur aku amati wajah manisnya, damai, yah... wajah yang damai namun menyimpan beban yang berat, berat sekali. lama aku amati dia, tiba-tiba aku menangis ( memalukan, laki2 koq menangis ).
Saat itu juga aku sadar bahwa dia ternyata baik sekali, dengan beban sesakit itu masih mampu bertahan, dulu aku mengira dia rapuh, namun kini ternyata dia kuat sekali. Itulah wanita, ada kekuatan yang sengaja disembunyikan Tuhan pada dirinya.
Tiba2 juga aku sadar bahwa dia terlalu baik untukku, aku merasa ngga pantas untuk dia. AKU MEMANG NGGA PANTAS UNTUK DIA.

Pagi hari aku bangun dia menunggu aku di sisi ranjang, dia cium tanganku dan bilang "Mas maafkan istrimu yang ngga tau terima kasih, yang ngga pernah ngerti masnya. Aku sering nyusahin masnya, maafin aku yah mas".
Ya Tuhan, maafkan aku, aku bingung. Dia baik sekali kali ini.

Handphone berbunyi, miscall dari de2-ku. istriku marah lagi.
Dia hubungi de2-ku dan dia bilang jangan dekati lagi suamiku.
De2-ku menangis, istriku menangis, dua wanita yang aku sayangi sama-sama menangis. Dan itu karena aku.

Friday, September 03, 2004

Pagi

Ternyata banyak yang belum terungkap dalam dirinya. Gayanya dalam berteman, gaya bicaranya yang spontan dan tutur katanya yang terkesan kasar namun wajar dan tidak dibuat-buat. Yah....... kata yang bagi sebagian orang termasuk kasar dan ngga bermoral meluncur begitu indah dari bibir mungilnya dengan tanpa maksud melecehkan seseorang. Apakah itu ketulusan atau hanya sekedar kebiasaan. Yang jelas Aku sama sekali tidak keberatan dengan hal itu, toh yang penting adalah maksud dibalik kata-kata itu. Aku jauh lebih suka yang seperti itu daripada dengan kata kata indah tanpa ketulusan dan kewajaran. Aku jauh lebih suka kata kata kasar yang tidak dibuat-buat daripada puisi indah yang menjerumuskan.
Please Q, keluarkan semua yang ada dalam dirimu dengan ketulusan dan dalam kewajaran. Mungkin kamu malu atau bahkan takut aku akan menjauh, namun kalau kau mengenal aku kau akan tahu bahwa itu tidak akan terjadi.
Kata orang cinta itu buta. Mungkin inilah buktinya.

Thursday, September 02, 2004

Dimana Kau

Kamis masih sangat pagi pukul 00.07 WIB. Aku mencoba hubungi dia.
65 kali mencoba dan tidak ada jawaban.
70 kali mencoba masih juga tidak ada jawaban.

Kamis Pagi pukul 07.10 WIB. Aku mencoba lagi.
15 kali aku mencoba tetap tidak ada jawaban.

Kamis agak siang pukul 08.45 dan terus mencoba.
"The telephone you are calling is not active, please try again later" itu jawaban yang aku terima.

Dimana kamu sayang ?
Aku butuh kata indah darimu .......
Aku butuh ejekan ejekanmu .........
Aku butuh nasehat dan olok-olokmu..

you ain't here 4 me

Dia yang (dulu) ingin kutinggalkan

Dia yang (dulu) ingin kutinggalkan kini telah menyatakan keinginan untuk berubah. Aku dan dia sudah berkomitmen untuk memulai segalanya dari awal kembali. Dengan kejujuran dan keikhlasan.

Tadi malam aku dan dia sudah berbicara dari hati ke hati, dan mungkin memang kita satu hati, aku sadar bahwa untuk saat ini aku sangat menyayangi dia, ingin melindungi dia dalam dekap pelukku, ingin membahagiakan dirinya sampai batas kemampuanku. Tapi sampai kapan ? Bukankah hampir 5 tahun yg lalu aku dan dia sudah pernah berkomitmen seperti itu ? dan akhirnya komitmen itu berantakan sama sekali. Mungkinkah komitmen ini akan bertahan selamanya ? atau hanya beberapa saat ? hanya TUHAN yang tahu.

Karena kini sudah ada satu hati yang lain yang mengisi nafas jiwaku. Mampukah aku membagi nafas jiwa dan haru hatiku menjadi dua bagian yang sama sekaligus ? Akankah keadilan berpihak kepadaku ? Apakah cinta sejati mau berbagi senyum denganku ?

Kini dua hati bersemayam dalam jiwa hatiku ? Apakah aku harus memilih salah satu ? Mampukah aku menyimpan keduanya ? Atau aku mungkin tidak akan bertahan dan melepas keduanya ?

Tolonglah Aku....................

QQ Poetry

Mungkinkah dia ? Hanya waktu yang bisa menjawabnya. Aku kira.
Atau memang benarkah dia ? Yang selama ini aku cari ?
Apakah ini perasaan terdalam yang ada dihati ? Atau hanya rasa sesaat yang kemudian hilang dengan sendirinya ? Dia pernah bertanya hal itu kepadaku.
Dan waktu yang akan menjawabnya dengan sempurna. Kami tahu akan hal itu, namun mampukah kami bertarung dengan waktu yang tak terjamah ? Bisakah kami bertahan hingga waktu memberikan jawaban ?

Bukan tidak mungkin suatu saat aku akan kembali ? Atau ada hati yang lain yang menambatkan keindahan padanya ?

Kami sudah pernah membicarakan hal itu dan sepakat bahwa nantinya tidak akan sakit, dendam bahkan benci diantara kita. Tapi mungkinkah itu ? muna rasanya kalau kami merasa itu akan mudah.
Jika kau menyayangi seseorang dan kemudian terpisah, bagaimana rasanya dalam hati ?

Namun untuk saat ini aku dan dia hanya akan berlayar bersama mengikuti arus yang tidak pasti, yah....aku mempercayakan kepadanya kemana kapalku akan tiba nantinya. Sekali lagi jika waktu bersedia memberikan jawaban. Apakah dia mampu membawa kapalku ke dermaga keindahan atau dia malah akan menenggelamkan aku ke laut perasaan yang terdalam. Lagi lagi waktu yang akan berkuasa menjawab.

Untuk saat ini biar keindahan itu kami rasakan walaupun terasa semu. Jika nanti waktu tidak berkenan menjawab, mungkin itulah yang bernama TAKDIR.

Untuk saat ini, Aku menyayanginya, terlalu naif kalau aku bilang aku mencintainya.

Untuk saat ini, AKu berikan kepercayaan tertinggi kepadanya. Jika dia tidak mampu membawa kepercayaan yang aku berikan. Berarti aku salah. Biarkan aku tenggelam ke dalam lautan perasaan yang terpedih.

Untuk saat ini, Aku merindukannya. Apakah rinduku berbalas ? dia yang akan menjawab dengan senyum manisnya.

untuk saat ini, Aku mengharapkannya. Datang kepadaku dengan kerling mata menggoda dari kelopak mata mungilnya.

Biarlah untuk saat ini itu yang terjadi.

Wednesday, September 01, 2004

Mungkinkah dia ? Hanya waktu yang bisa menjawabnya. Aku kira.
Atau memang benarkah dia ? Yang selama ini aku cari ?
Apakah ini perasaan terdalam yang ada dihati ? Atau hanya rasa sesaat yang kemudian hilang dengan sendirinya ? Dia pernah bertanya hal itu kepadaku.
Dan waktu yang akan menjawabnya dengan sempurna. Kami tahu akan hal itu, namun mampukah kami bertarung dengan waktu yang tak terjamah ? Bisakah kami bertahan hingga waktu memberikan jawaban ?

Bukan tidak mungkin suatu saat aku akan kembali ? Atau ada hati yang lain yang menambatkan keindahan padanya ?

Kami sudah pernah membicarakan hal itu dan sepakat bahwa nantinya tidak akan sakit, dendam bahkan benci diantara kita. Tapi mungkinkah itu ? muna rasanya kalau kami merasa itu akan mudah.
Jika kau menyayangi seseorang dan kemudian terpisah, bagaimana rasanya dalam hati ?

Namun untuk saat ini aku dan dia hanya akan berlayar bersama mengikuti arus yang tidak pasti, yah....aku mempercayakan kepadanya kemana kapalku akan tiba nantinya. Sekali lagi jika waktu bersedia memberikan jawaban. Apakah dia mampu membawa kapalku ke dermaga keindahan atau dia malah akan menenggelamkan aku ke laut perasaan yang terdalam. Lagi lagi waktu yang akan berkuasa menjawab.

Untuk saat ini biar keindahan itu kami rasakan walaupun terasa semu. Jika nanti waktu tidak berkenan menjawab, mungkin itulah yang bernama TAKDIR.

Untuk saat ini, Aku menyayanginya, terlalu naif kalau aku bilang aku mencintainya.

Untuk saat ini, AKu berikan kepercayaan tertinggi kepadanya. Jika dia tidak mampu membawa kepercayaan yang aku berikan. Berarti aku salah. Biarkan aku tenggelam ke dalam lautan perasaan yang terpedih.

Untuk saat ini, Aku merindukannya. Apakah rinduku berbalas ? dia yang akan menjawab dengan senyum manisnya.

untuk saat ini, Aku mengharapkannya. Datang kepadaku dengan kerling mata menggoda dari kelopak mata mungilnya.

Biarlah untuk saat ini itu yang terjadi.

Wednesday, August 25, 2004

hari ini

Hari ini aku ga tau mau gimana. Mau marah, pantaskah aku marah padanya ? Mau cemburu, punya hak apa kau cemburu ma dia ? Atau mungkin cuek aja, tapi aku ga tahan melihat itu. Mungkin saat ini yang tebaik adalah diam, tanpa harus cuek. itu mungkin yang terbaik, sambil meneruskan kerjaan buat pengalih perhatian. Bingung aku...

Pesan terindah untuk yang terkasih

"Saat2 terbaik yang pernah terjadi dalam hidupku adalah ketika kita duduk berhadapan dan menikmati tawa dan air mata bersama."

Monday, August 23, 2004

CINTA

Cinta Sejati Itu Adalah ....
cinta sejati itu.................
Pernahkah kamu merasakan, bahwa kamu mencintai seseorang, meski kamu tahu ia tak sendiri lagi, dan meski kamu tahu cintamu mungkin tak berbalas, tapi kamu tetap mencintainya,

Pernahkah kamu merasakan, bahwa kamu sangguh melakukan apa saja demi seseorang yang kamu cintai, meski kamu tahu ia takkan pernah peduli ataupun ia peduli dan mengerti, tapi ia tetap pergi.

Pernahkah kamu merasakan hebatnya cinta, tersenyum kala terluka, menangis kala bahagia, bersedih kala bersama, tertawa kala berpisah, Aku pernah,.........

Aku pernah tersenyum meski kuterluka karena kuyakin Tuhan tak menjadikannya untukku, Aku pernah menangis kala bahagia, karena kutakut kebahagiaan cinta ini akan sirna begitu saja,

Aku pernah bersedih kala bersamanya, karena kutakut aku kan kehilangan dia suatu saat nanti, dan...... Aku juga pernah tertawa saat berpisah dengannya, karena sekali lagi, cinta tak harus memiliki, dan Tuhan pasti telah menyiapkan cinta yang lain untukku.

Aku tetap bisa mencintainya, meski ia tak dapat kurengkuh dalam pelukanku, karena memang cinta ada dalam jiwa, dan bukan ada dalam raga.

Semua orang pasti pernah merasakan cinta.. baik dari orang tua... sahabat.. kekasih dan akhirnya pasangan hidupnya.

Buat temenku yg sedang jatuh cinta.. selamat yah.. karena cinta itu sangat indah. Semoga kalian selalu berbahagia.

Buat temanku yg sedang terluka karena cinta...
Hidup itu bagaikan roda yang terus berputar, satu saat akan berada di bawah dan hidup terasa begitu sulit, tetapi keadaan itu tidak untuk selamanya, bersabarlah dan berdoalah karena cinta yang lain akan datang dan menghampirimu.

Buat temanku yang tidak percaya akan cinta...
buka hatimu jangan menutup mata akan keindahan
yang ada di dunia maka cinta membuat hidupmu menjadi bahagia.

Buat temanku yang mendambakan cinta.. bersabarlah..
karena cinta yang indah tidak terjadi dalam sekejab..
Tuhan sedang mempersiapkan segala yang terbaik bagimu.

Buat temanku yang mempermainkan cinta....
Sesuatu yang begitu murni dan tulus bukanlah untuk dipermainkan.
Cinta bukan suatu kehampaan.
Semoga kalian berhenti mempermainkan cinta dan mulai
merasakan kebahagiaan yang seutuhnya.

Saturday, August 21, 2004

Katakan... Katakan sejujurnya. Mana mungkin kita bersatu..
Lirik itu yang mungkin cocok dengan apa yang terjadi sekarang. Aku juga ga tau kenapa, hal ini mengalir indah begitu saja. Seharusnya sama seperti yang lain, tapi ini..... ini lain...dia masuk begitu dalam, dalam sekali. Aku juga tahu ini harusnya ngga boleh, karena jika diteruskan akan ada yang terluka, luka yang dalam dihati. Tapi aku juga ngga berdaya menolak jika hal ini terjadi, karena ini terjadi begiru saja, seperti matahari yang tersenyum di pagi hari dan menangis tersedu ketika akan kembali ke peraduan. Apakah aku salah ? Apakah Tuhan salah menciptakan ini ?. No comment.
Ketika aku sudah berkomitmen pada seseorang dan ternyata kita menyadari bahwa seseorang itu jauh dari seperti yang kita harapkan, apa yang akan aku lakukan ? Pasrah begitu saja dan biarkan itu mengalir jauh dengan harapan aku akan terbiasa ? Atau apakah aku akan memutuskan komitmen itu dan kemudian hidup tanpa komitmen ? atau malah berusaha untuk mencari komitmen yang lebih baik ? AKU BINGUNG.

If one day

If one day you feel like crying... Call me. I don't promise that I will make you laugh, But I can cry with you. If one day you want to run away- Don't be afraid to call me. I don't promise to ask you to stop... But I can run with you. If one day you don't want to listen to anyone... Call me. I promise to be there for you. And I promise to be very quiet. But if one day you call... And there is no answer... Come fast to see me. Maybe I need you. If I ever ignored you. I'm Sorry... If I ever made you feel bad or put you down. I'm Sorry... If I ever thought I was bigger or better than you. I Luv You... Don't ever forget that! Through bad times and good, I'll always be here for you. I am Sorry... For everything wrong I've ever done. I'm writing this because what if tomorrow never comes? What if inever get to say good-bye or give u a BIG hug? What if i never get to say I'm sorry or I love you? Because what if tomorrow never comes? I LOVE YOU! FRIENDS ALWAYS!!!